Not all languages are the same

Grammar rules vary from one language to another. The rules of verb conjugation, noun-verb agreement and negations vary from one language to another.

Indonesian is a unique language and it differs from English in a number of ways. To use the same techniques and language models that work for English sentiment analysis when conducting Indonesian sentiment analysis would yield terribly inaccurate results.

That's why Repustate developed Indonesian-specific tools to help in Indonesian sentiment analysis, including an Indonesian part of speech tagger, an Indonesian lemmatizer, and of course, Indonesian-specific sentiment models.

Indonesian part of speech tagging

Indonesian part of speech tagging allows Repustate to narrow in on where sentiment may lie within a block of text. Verbs, nouns and adjectives, provide the cues necessary to determine sentiment.

In order to create a fast and accurate Indonesian part of speech tagger, you have to have a massive corpus of manually tagged Indonesian text. This Indonesian text can then be fed into a machine learning algorithm to create a Indonesian part of speech tagger.

The larger the corpus, and more importantly, the more varied the corpus, the better the results in creating the Indonesian part of speech tagger. Repustate has created a massive corpus of Indonesian text grabbing data from a variety of sources to ensure good coverage.

Indonesian language sentiment models

Repustate has developed sentiment language models specific to Indonesian to capture the various phrases, idioms and expressions that help define sentiment when writing in Indonesian. Understanding the various grammatical aspects of the Indonesian language that make it unique and very different from English is what allows Repustate's Indonesian sentiment analysis to be as fast and as accurate as it is.

Tak semua bahasa sama

Aturan tata bahasa berbeda-beda antar bahasa. Aturan konjugasi kata kerja, kesesuaian kata benda-kata kerja dan negasi bervariasi antar bahasa.

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang unik dan berbeda dari Bahasa Inggris dalam beberapa hal. Menggunakan teknik dan model bahasa yang sama dengan yang digunakan untuk analisis sentimen bahasa Inggris ketika melakukan analisis sentimen Bahasa Indonesia akan memberikan hasil yang sangat tidak akurat.

Itu sebabnya Repustate mengembangkan alat-alat yang spesifik untuk Bahasa Indonesia untuk membantu dalam analisis sentimen Bahasa Indonesia, termasuk penanda bagian wicara Bahasa Indonesia, pembuat lema Bahasa Indonesia, dan tentu saja model sentimen Bahasa Indonesia.

Penandaan bagian wicara Bahasa Indonesia

Penandaan bagian wicara Bahasa Indonesia memungkinkan Repustate untuk mempersempit ke mana kemungkinan adanya sentimen dalam suatu blok teks. Kata kerja, kata benda, dan kata sifat, memberikan petunjuk yang diperlukan untuk menentukan sentimen.

Untuk membuat penanda bagian wicara Bahasa Indonesia yang cepat dan akurat, Anda harus memiliki korpus besar teks Bahasa Indonesia yang ditandai secara manual. Teks Bahasa Indonesia ini selanjutnya dapat dimasukkan ke algoritma pembelajaran mesin untuk membuat penanda bagian wicara Bahasa Indonesia.

Semakin besar korpus, dan lebih penting lagi, semakin banyak variasi korpus, semakin baik hasil dalam membuat penanda bagian wicara Bahasa Indonesia. Repustate telah membuat korpus teks Bahasa Indonesia yang amat masif, mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk memastikan cakupan yang baik.

Model sentimen Bahasa Indonesia

Repustate telah mengembangkan model sentimen bahasa yang spesifik untuk Bahasa Indonesia untuk menangkap berbagai frasa, idiom, dan ungkapan yang membantu menentukan sentimen saat menulis dalam Bahasa Indonesia. Memahami berbagai aspek tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang membuatnya unik dan amat berbeda dari Bahasa Inggris itulah yang memungkinkan analisis sentimen Bahasa Indonesia dari Repustate bisa menjadi cepat dan akurat seperti saat ini.

Have a question about Indonesian sentiment analysis? Ask us!